kampusku

Kamis, 07 Oktober 2010

alangkah dasyat nya.......................

Alangkah dasyat teori yang diansumsikan oleh antonio gramsci yang dimana media bisa memikat hati para klayak nya,juga media sebagai power full dalam sebagai alat untuk memprovokasi.Teori hegemoni ini dicetuskan oleh gramsci yang merujuk pada kekuasaan dan praktis,Hegemoni merujuk pada upaya pelanggengan kekuasaan yang dilakukan oleh kelompok yang berkuasa.
Melalui media massa pula juga menyediakan bagi berkembangnya budaya massa melalui media massa pula kelompok dominan terus-menerus menggerogoti melemahkan dan meniadakan potensi tanding dari pihak-pihak yang dikuasainya. menurut MC. Luhan seorang pengkritik media ia mengatakan Media massa bukan hanya sebagai media pengirim pesan tapi juga mempengaruhi nilai nilai budaya dan gender, Ras, dan etnik. Dan memiliki kontribusi terhadap pengalaman komunikasi dan bisa saja memonopoli dunia pemikiran seseorang ,maka selama media masih dikuasai oleh ideologi dominan, media selalu muncul di dalam suatu pertarungan dari kontrol ideologi.
Dan teori hegemoni media di atas maka tampak jelaslah apabila media massa akan senantiasa menjadi ajang Hegemoni bagi kelompok yang berkuasa artinya masyarakat patuh pada pada kehendak penguasa dan mereka secara tidak sadar berpartisipasi dalam rangka kepatuhan tersebut.
Secara hegemoni media massa sebagai kapitalisme Hegemoni Gramscisebagai alat penguasa adalah sejenis makhluk super jenius yang dengan segala tipu daya bisa mematikan kesadaran dalam kondisi hegemonorang tidak akan punya kekuatan kritis lagi.
media massa adalah alat penguasa , media massa seperti halnya lembaga sosial lain dan rumah sakit dipandang sebagai sarana ampuh dalam mereproduksi dan merawat ketaatan publik. media massa hanya bersifat satu arah melayani kepentingan ekonomi Bahkan istilah media mungkin perlu digeser menjadi mediasi karena di sana lah segala macam simbol dari berbagai latar identitas budaya bisa saling bertemu hasil interaksi antar simbol itu akan bersintesis dan menemukan bentuk ekspresi baru. Bentuk baru itu ada dalam spektrum yang amat luas dan tidak melulu hegemonik.

Teori hegemoni Gramsci pendapat bahwa budaya Barat sangat dominan terhadap budaya di negara-negara berkembang, sehingga negara berkembang terpaksa mengadopsi budaya Barat dalam konteks pembangunan, konsep hegemoni ternyata gagal dalam mengusulkan solusi-solusi yang bermanfaat dalam konteks global dan mengarah kepada masa penjajahan dan hegemoni ekonomi global sebagai sebab kemacetan perkembangan di sebagian Dunia .
Sudah tidak diragukan lagi bahwa monopoli dalam produksi sinetron bisa dijadikan salah satu contoh bagaimana kaum kapitalis mengatur sekaligus mengajak selera pasar melanggengkan apresiasi serta daya kritis masyarakat yang rendah terhadap dunia entertainment atau seni pertunjukkan. manipulasi rating kiranya sudah menjadi rahasia umum tapi ternyata ini belum semua. Iklim persaingan yang ketat ternyata menambah tuntutan untuk mengesampingkan nurani orang-orang yang terlibat dalam dunia entertainment baik langsung atau tidak langsung. Ternyata gosip artis juga bisa di promosi sebuah sinetron. Tidak hanya halal bahkan cenderung wajib dilakukan. Padahal ini tidak perlu jadi fakta yang terlalu mengejutkan, melihat rendahnya standar kualitas sekaligus dangkalnya pesan moral yang bisa diambil dari sinetron.