Menejemen krisis dan image building
A MENEJEMEN KRITIS
Managemen Krisis adalah dimana cara berfikir dan bertindak pada saat semuanya menjadi keruh dan kacau. Krisis membutuhkan semua kemampuan dan ketrampilan yang kita miliki, dengan situasi dibawah tekanan.Manajemen Krisis melewati seluruh batas-batas organisasional yang berpengaruh pada seluruh Stageholders. Baik menyangkut persoalan secara langsung maupun pendukung potensial untuk memberikan pemecahan masalah.Manajemen krisis mempunyai tiga tujuan penting. Pertama, idealnya adalah mencegah terjadinya krisis jika memungkinkan. Kedua, jika krisis telah akut, maka mengolah efek negatif pada perusahaan atau produk yang dihasilkan. Ketiga, dengan perilaku yang dilakukan melalui manajemen krisis, maka digunakan untuk menyusun platform untuk masa depan perusahaan.Dengan demikian, PR dapat berperan sebagai penarik dan penilai kesimpulan atas opini, sikap serta aspirasi dari berbagai kelompok masyarakat (internal dan eksternal) yang terkena dampak kegiatan PR. Selain itu, PR dapat juga mengajukan usul atau saran kebijakan atau etika perilaku tertentu yang akan menyelaraskan kepentingan klien dengan kelompok masyarakat tertentu. Juga, PR dapat merencanakan dan melaksanakan rencana janga pendek, menengah, dan panjang untuk menciptakan dan meningkatkan pengertian dan pemahanan terhadap objek, kegiatan, metode dan masalah yang dihadapi.Pentingnya peranan PR dalam menghadapi isu atau krisis jelas tidak bisa diragukan lagi, Tidak bisa dibayangkan bagaimana jadinya bila organisasi mengalami krisis dan diisukan negatif, tapi tidak ada sfat PR yang menanganinya. Pasti isu akan semakin berkembang dan krisis akan semakin membesar danPR juga digunakan untuk menyelamatkan nama baik perusahaan.
B CONTOH
Bisa dicontohkan dalam perusahaan\organisasi yang mengalami masalah krisis pencemaran namadan pembajalkan karyawan , baik pada produk yang di produksi oleh perusahaan tersebut. Dimisalkan terjadi krisis yang melanda pabrik rokok terkemuka dimana telah beredar isu yang menyatakan bahwa rokok yang di produksi mengandung kadar racun dalam rokok tersebut dan isu penggunaan ganjadan lain-lain nya . Hal ini merupakan masalah yang cukup serius karena dengan adanya isu ini terjadi penurunan angka penjualan. Di samping itu implikasi dari masalah ini tidak hanya berpengaruh terhadap perusahaan besar, tetapi juga telah membuat perusahaan kecil dan pedagang kecil ikut merasakan akibatnya. Sekian banyak pengangguran yang terjadi, dan sekian banyak produk yang tidak laku dijual.
Pada saat krisis melanda perusahaan ada beberapa langkah yang perlu dilakukan di dalam penanganan krisis. Hal pertama adalah mengidentifikasi krisis kemudian diikuti oleh mengisolasi krisis dan yang terakhir adalah menangani krisis
A IMAGE BUILDING
menurut K. Sereno & Edward M Bodaken yang dikutip dari buku “Ilmu Komunikasi suatu pengantar”, Deddy Mulyana, terdiri dari tiga aktivitas yaitu seleksi, organisasi & intepretasi. Seleksi yang dimaksudkan adalah sensasi dan atensi terhadap stimulus (fisik & psikologis) yang ditangkap oleh indra manusia, kemudian diorganisasikan atau digabungkan dengan stimulus pengetahuan serta pengalaman masa lalu. Penggabungan itu lalu diintepretasikan maknanya. Citra yang ada dalam perusahaan / lembaga / organisasi tidaklah sama maka selanjutnya bawah ini disebutkan beberapa jenis image atau citra yang bisa timbul atau tercipta dalam suatu organisasi menurut Frank Jefkins (1996:17-20).menurut Frank Jefkins beberapa jenis image atau citra
1.Citra Bayangan
Citra bayangan adalah citra yang dianut oleh orang-orang dalam (biasanya pimpinan) mengenai pandangan orang luar terhadap organisasi/perusahaannya.
2.Citra yang berlaku
Citra yang berlaku adalah citra yang melekat pada orang lain terhadap organisasi/perusahaan. Citra ini sering tidak sesuai kenyataan, karena semata terbentuk karena pengalaman atau pengetahuan orang lain yang beleum tentu memadai.
3.Citra yang diharapkan
Adalah citra yang diinginkan oleh manajemen namun tidak selalu sama dengan citra sebenarnya. Biasanya citra yang diharapkan adalah lebih baik dari citra sebenarnya.
4.Citra perusahaan
Citra perusahaan juga sering disebut sebagai citra lembaga yaitu citra dari suatu organisasi secara keseluruhan, jadi bukan citra atas produk dan pelayanannya
5.Citra majemuk
Citra majemuk adalah citra yang dibentuk oleh masing-masing orang di dalam suatu perusahaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya dan juga tidak sama dengan citra organisasi atau perusahaan secara keseluruhan.
Citra adalah kesan yang diperoleh seseorang berdasarkan pengetahuan dan pengetiannya yentang fakta-fakta atau kenyataan. Untuk mengetahui citra seseorang terhadap objek dapat diketahui dari sikapnya terhadap objek.Publik relation digambarkan sebagai input-output, proses intern dalam model ini adalah pembentukan citra, sedangkan input adalah stimulus yang diberikan dan output adalah adalah tanggapan atau perilaku tertentu. Citra itu sendiri digambarkan melalui persepsi kognisi-motivasi-sikap .Tujuan program komunikasi PR pada akhirnya tidak hanya membangun atau menciptakan image/citra positif namun juga membangun kepercayaan terhadap public sehingga mereka percaya dengan apa yang dilakukan organisasi adalah yang terbaik dan mengharumkan namanya. Reputasi pada akhirnya dibentuk dari pembuktian yang kuat mengenai apa yang dilakukan organisasi adalah memberikan yang terbaik bagi public sasarannya.
B.CONTOH
dalam hal diatas dalam perusahaan\organisasi yang mengalami masalah krisis pencemaran namadan pembajalkan karyawan , baik pada produk yang di produksi oleh perusahaan tersebut. Dimisalkan terjadi krisis yang melanda pabrik rokok terkemuka dimana telah beredar isu yang menyatakan bahwa rokok yang di produksi mengandung kadar racun dalam rokok tersebut dan isu penggunaan ganjadan lain-lain nya .
Hal ini merupakan masalah yang cukup serius karena dengan adanya isu ini terjadi penurunan angka penjualan. Di samping itu implikasi dari masalah ini tidak hanya berpengaruh terhadap perusahaan besar, tetapi juga telah membuat perusahaan kecil dan pedagang kecil ikut merasakan akibatnya. Sekian banyak pengangguran yang terjadi, dan sekian banyak produk yang tidak laku dijual.
Pada saat krisis melanda perusahaan ada beberapa langkah yang perlu dilakukan di dalam penanganan krisis. Hal pertama adalah mengidentifikasi krisis kemudian diikuti oleh mengisolasi krisis dan yang terakhir adalah menangani krisis.
Dalam hal ini di perlukan pengembalian citra dengan cara dimana peran PR penting untuyk membangun citra dengan bantuan media dan alat komunikasi lain nya.
Nama : achmadsholikin
nim : 933 107 500
Tidak ada komentar:
Posting Komentar