kampusku

Jumat, 20 November 2009

handsball

prestasi dapat diraih dan dicapai kalau tidak pun hal curang bisa kita lakukan ,banyak para pemain bola yang melaku hal seperti hanry .Insiden “Gol Tangan Tuhan” terjadi 22 tahun yang lalu. Mantan pemain Inggris yang main pada perempatfinal Piala Dunia 1986, Terry Butcher, mengungkapkan apa yang terjadi usai pertandingan.
Butcher yang kini menjadi asisten pelatih Skotlandia rupanya masih menyimpan sakit hati. Seperti diberitakan Guardian, Butcher usai pertandingan yang dimenangi Argentina 2-1 itu berada dalam satu ruangan bersama Maradona. Mereka terpilih acak untuk melakukan tes dopin.

Di tempat itu, Butcher memberikan isyarat dengan menunjuk kepala dan tangannya, menanyakan dengan apa Maradona menjebol gawang Inggris yang dikawal Peter Shilton.

“Waktu saya kasih isyarat tangan atau kepala, dia menunjuk kepalanya. Mungkin karena saat itu kita berada di ruangan yang kecil dan ada tiga orang Inggris di sana, jadi dia memilih jawaban aman,” ujar Butcher.
Pada pertandingan itu, Maradona mencetak dua gol. Golnya yang pertama dicetak dengan tangannya. Saat itu wasit memang tidak melihat adanya pelanggaran. Namun dari tayangan ulang, Maradona terlihat jelas sukses mengelabui wasit.

“Saya rela membayar beberapa ribu pound untuk berada di ruang doping itu lagi. Saya tidak bisa memaafkannya,” kata Butcher. dengan cerdik menggunakan tangan kirinya seakan-akan menanduk bola untuk mengecoh Kiper Peter Shilton. Namun, Maradona menunjukkan kualitasnya saat mencetak gol kedua. bahkan gol tersebut disebut-sebut sebagai "Gol Abad Ini", saat ia membawa bola dari setengah lapangan dan melewati lima pemain Inggris untuk mencetak gol kedua. Argentina memenangkan pertandingan itu dengan skor 2-1 dan Inggris harus angkat koper dari Meksiko.

Tim lainnya yang tampil luar biasa pada piala dunia tersebut adalah Prancis. Les Bleus menunjukkan kualitasnya sebagai tim terbaik di Eropa dengan menyingkirkan Italia pada putaran kedua dengan skor 2-0 untuk selanjutnya bertemu Brasil di Guadalajara. Pertandingan itu disebut-sebut sebagai pertarungan terbaik sepanjang masa.
Jerman, tampil pada babak final untuk kelima kalinya. Namun, mereka kembali mengalami kegagalan setelah empat tahun sebelumnya mereka menyarah dari Italia berkat hattrick Paolo Rossi. Pada final 1986, mereka harus mengakui ketangguhan Argentina 3-2.

Argentina memimpin lebih dahulu 2-0 lewat gol Brown dan Valdano. Namun, Jerman bisa membalas lewat gol Rummenigge dan Voller untukmenyamakan kedudukan. Tujuh menit sebelum pertandingan usai, Burruchaga menjadi pahlawan Argentina lewat golnya untuk memastikan gelar Piala Dunia kedua bagi Argentina.
Gelar Argentina semakin lengkap setelah Maradona terpilih sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia 1986. Sementara itu, striker Inggris meraih sepatu emas setelah menjadi pencetak gol terbanyak dengan enam gol.
Penyelenggaraan Piala Dunia di Meksiko sebenarnya merupakan pemindahan dari Kolombia. Pemerintah Kolombia pada 1982 menyatakan ketidaksiapannya menggelar piala dunia sehingga Meksiko dipilih pada pertemuan FIFA di Stockholm pada 20 Mei 1983 mengungguli Kanada dan AS.
Bagi Meksiko, penyelenggaraan itu yang kedua kalinya, sebelumnya mereka menjadi tuan rumah pada 1970. jadi bagi hanry jangan malu sememua pernah melakukan messi rekan setim hanry juga pernah misalnya.

Beberapa pekan lalu di semifinal Copa del Rey, Messi menunjukkan kalau julukan "titisan Maradona" tak salah dialamatkan padanya. Aksi Maradona saat mencetak gol ke gawang Inggris di Piala Dunia 1986 dengan melakukan solo run dari tengah lapangan bisa ia ulang dengan detil yang nyaris sama ke gawang Getafe -- Barca sejara mengejutkan akhirnya tersingkir dengan agregat 6-5.
Dinihari tadi, Sabtu (10/6/2007), lagi-lagi Messi mem-fotocopy sang senior. Bukan karena dua gol yang dicetaknya ke gawang Espanyol yang membuat Messi makin identik dengan Maradona, tapi cara dia memperdaya kiper Carlos Kameni -- dan wasit -- saat mencetak gol pertama di menit 43.

Pada sebuah momen, Gianluca Zambrotta melepaskan crossing dari sisi kiri pertahanan Espanyol. Messi yang berada di tengah kotak penalti berdiri tanpa kawalan melompat berusaha menanduk bola yang kemudian bersarang di gawang. Penonton bersorak, wasit menunjuk titik putih tanda terjadi gol.
Tapi dalam sesaat beberapa pemain Espanyol langsung berlari mengerubungi hakim garis memprotes keputusan gol. Yang kemudian terungkap dalam tayangan ulang memang mengejutkan: bukan kepala Messi yang membelokkan bola crossing Zambrotta, tapi tangan kirinya yang menjemput bola yang sudah tak terjangkau kepalanya.

Sama seperti gol Maradona juga ke gawang Inggris di Piala Dunia 1986, sepintas sulit melihat insiden tersebut dengan mata telanjang. Soalnya tangan kiri Messi terangkat bersamaan saat ia melayang berusaha menggapai bola dengan kepalanya.
Protes keras yang diajukan pemain Espanyol tak dipedulikan wasit, gol dianggap tercipta dengan sah. Messi pun kembali ke "rutinitasnya" dengan mencetak gol kedua meski kemudian menelan kekecewaan lantaran Raul Tamudo juga mencetak gol kedua di penghujung pertandingan yang memaksa laga berakhir sama kuat 2-2.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar