kampusku

Minggu, 08 November 2009

sholikin nama ku yang di kasih kan kepada kedua orang tua ku,aku anak yang membisu dan pendiam sampai teman teman ku mengasih gelar penganut ilmu kebatian.aku hanya pasrah dan terima apa adanya memang seakan -akan engkau pasni jenuh merasakan seperti aku yang pendiam ,tapi itu seolah-olah kesunyian dan kehampaantelah nyatu dengan ku dan menjadi sahabat ku .
kesunyian lah yang membuat aku begini bukan nya aku minder dalam hal bergaul dan berkelompok seperti engkau sobat,tapi aku tak ada tempat dan waktu itu untuk hal seperti sobat lakukan tapi gimana ya aku sibuk dengan diri ku sendiri.memang sahabat sangat penting aku juga sebagai makluk sosial,ah sory my fren bukan ya aku gak mau berkumpul-kumpul dengan engkau sobat.
aku yakin engkau tetap sahabat ,teman ,bolo,konco,dan lain -lain,aku juga tahu kalian juga ingin membatu aku untuk menghilangkan rasa pendiam ku dan aliran kebatinanku tapi jangan engkau ikut merasakan dan mengspot aku ,biar lah aku begini ,sebab ke sunyian telah nyatu dengan jiwa ku ini yang menangkan sukma ku ini.
tapi cinta kasih tetap ku pancarkan kepada orang -orang yang aku cintai sebagaimana cahaya bulan menerangi bumi yang hampa.
Oh ya sobat aku hanya ingin belajar dengan kalian dan bersama kalian di kampus itu membuat aku bahagia betapa indahnya rasanya kebersamaan bagaikan indahnya surga ,walaupun aku belum pernah kesana dan selalu mimpi dan imajemasi untuk bikin pesawat untuk menembus tebalnya dinding-dinding ozon.tapi itu sekedar imajenasi ku yang sambil tidur, seindah nya permata,belian ,dan emas kalau hidup tanpa sahabat dunia ini rasanya hampa,sunyi ,gersang,dan lain-lain.emang sih kalian melihat ku seperti ada makna tersembunyi dan banyak teman-teman yang mempersepsikan muka wajah ku dan prilaku dengan berbeda ada yang mengunakan rumus statistik ,kuantitatif terserah yang penting aku senang dan enjoy dengan kesunyian ini.
Di dalam buku psikologi komunikasi mungkin seorang geniitu seperti aku.tapi persepsi teman-teman kuangap saran dan masukan yang besar walaupun aku selalu diam tak berkata-kata seperti seekor patung yang bisa bernafas,sekin dulu kapan aku sambung lagi request kita sobat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar